MANTAN Kepala Sub Subbagian

MANTAN Kepala Sub Subbagian

MANTAN Kepala Sub Subbagian( Kasubsi) Pengukuran, Tubuh Pertanahan Nasional( BPN) Kota Gelinggang, Nusa Tenggara Timur( NTT), Erwin Piga, diresmikan selaku tersangka

permasalahan pengalihan peninggalan tanah Penguasa Kabupaten Gelinggang yang mudarat negeri Rp5, 9 miliyar.

” Interogator pada Aspek Perbuatan Kejahatan Spesial Kejaksaan Besar Nusa Tenggara Timur balik memutuskan satu orang lagi selaku terdakwa asumsi perbuatan kejahatan penggelapan dalam pengalihan peninggalan Penguasa Kabupaten Gelinggang berbentuk tanah pada pihak lain yang tidak berkuasa,” tutur Kepala Subbagian Pencerahan Hukum Kejaksaan Tinggi

NTT Anak Agung Raka Putra Dharmana pada Alat Indonesia di Gelinggang, Jumat( 31 atau 5) pagi.

Erwin Piga jadi terdakwa ketiga dalam permasalahan ini. 2 terdakwa yang lain telah ditahan semenjak 16 Januari 2024 ialah mantan Kepala BPN Kota Gelinggang, Hartono Fransiscus Xaverius serta seseorang akseptor tanah kaveling seluas 400 m persegi yang ialah bagian dari peninggalan tanah itu bernama Petrus Krisin.

MANTAN Kepala Sub Subbagian

Terdakwa Erwin Piga telah ditahan semenjak Rabu( 29 atau 5) di Rumah Narapidana Negeri Kategori II Gelinggang sepanjang 20 hari ke depan.

Bagi Anak Agung Raka Putra Dharmana, Erwin Piga sudah pensiun dari aparatur awam negeri,

melanggar artikel 2 Bagian 1 juncto Artikel 18 Hukum( UU) No 20 Tahun 2001 mengenai Pergantian Atas UU No 31 Tahun 1999 mengenai Pemberantasan Tipikor juncto Artikel 55 Bagian 1 KUHP subsider Artikel 3 juncto Artikel 18 UU No 20 Tahun 2001.

Pada dikala yang serupa, Kejati NTT pula menahan mantan Kepala Agen Bulog Waingapu

Kabupaten Sumba Timur, Zulkarnaen terpaut permasalahan penggelapan persediaan beras penguasa yang mudarat negeri Rp10, 7 miliyar.

Ada pula artikulasi dakwan terdakwa Hartono Fransiscus Xaverius dijadwalkan 31 Mei di Majelis hukum Tipikor Gelinggang

Viral ikn kini di lanjut atau tidak => https://balanza.click/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *